'Sebuah Perpisahan ada demi Sebuah Pertemuan yang baru'
Perpisahan memang terkesan menyakitkan,tapi ingatlah semua kenangan menyedihkan dan menyenagkan yang telah dilalui.Lalu melihat kenangan apalagi yang akan tercipta dari pertemuan baru yang akan datang.
Ohaa~ Reii desu— disini Reii yang nulis hasil diskusi pagi para pengurus mengenai SayoAsa ini.
Kami bertiga,Reii,KonoE,dan Cyber_Otaku nekat membuat review hanya dengan sekali tonton,jadi mohon dimaklumi.Selain itu Reii masih amatiran,mungkin hasilnya ga akan rapih,itu juga mohon dimaklumi.
Kali ini sih....super gila sih.Anime original dari P.A Works dengan format film dengan keterlibatan salah satu staff dari anak perusahaan Cygames.Udahlah kalo ini gausah kebanyakan basa-basi,mending langsung bahas aja.Saya ingatkan 'Kami bukan reviewer Profesional,Jadi atas segala kesalah dalam tulisan mohon dimaklumi'.
Untuk melihat informasi seputar anime ini bisa langsung klik gambar diatas,terima kasih.
Visual — 8.5/10
Serius,beneran ini indah banget.Semua unsur visual di anime ini bener-bener digarap serius.Pertama kali lihat warnanya,waduh ciamik nih.Pewarnaannya sangat cantik dan detail untuk setiap objeknya,mulai dari rumput,ilalang,batu,tembok,semuanya.Jelas terlihat kalau SayoAsa ini digarap dengan hati-hati.3DCG nya pun bagus sekali,cuma sayang pada 3DCG Renato nya masih keliatan kaku,ekornya juga tidak diberi gerarakan apapun dan terkesan ya itu cuma pajangan.Saya tidak berhenti kagum melihat pemandangan Ibukota dan Kota pekerja yang memang benar-benar sangat bagus sekali.Animasi nya juga enak diliat nya gitu,transisi ditiap animasinya juga seperti ga ada yang kelewatan.Namun di scene parade,waktu bagian shoot tongkat runcing berwarna kuning itu saya melihat seperti ada frame-drop.Pas masuk bagian 'Kekacauannya' waktu parade kurang natural menurut saya.Soal grafis,parah lah bagusnya.Ada campur tangan dari Ufotable jadinya tidak usah ditanya lagi (ini saya ga tau bener atau tidak,saya hanya liat ada nama ufotable di credit).Hampir semua aspek terasa hidup walau cuma dilihat dari visualnya saja.Rasa dari fantasi nya sendiri juga kuat karena White Fox (ini saya juga ga tau bener tidaknya).White Fox sendiri juga bisa dibilang ahli dalam menghidupkan nuansa Dunia Fantasi abad pertengahan.

Karakter — 8/10
Sebenarnya saya kurang ngeh dengan visualisasi untuk beberapa karakter,dikarenakan proposrsi mukanya suka berubah ubah.Walaupun memang perubahan proporsinya tidak begitu besar,mungkin kecil,sangat kecil,tapi ya tetap saja terkesan aneh.Lalu kenapa saya kasih nilah 8? Itu semua karena design characternya,buatan Akihiko Yoshida yang notabene nya game artist yang ikupt serta membuat Final Fantasy series sampai tahun 2013.Lah emang apa bedanya sama visualisasi karakter? Design Character itu tidak hanya bentuk atau rupa si karakter saja melainkan ada juga yang namanya Character Building.Character Building adalah aspek yang bisa membangun atau menghidupkan si karakter,sepeti deskripsi dan latar belakang karakter,setidaknya itulah yang namanya Design Character menurut saya.Para karakter disini menciptakan sebuah suasana yang unik.Maquia dengan mentalnya yang belum terlalu matang,Ariel yang polos dengan kebimbangannya,Lang dengan kekhawatirannya terhadap Maquia,Leilia dengan semua emosi yang bikin dia stres,dan banyak lagi.Kebanyakan yang disajikan itu perspektif dari Maquia dan Ariel,tapi perspektif karakter lain juga ada walopun cuma sedikit,contoh aja kilas balik penyelamatan Leilia yang gagal,itukan diliat dari perspektif Leilia.Visualisasi si Wyvern Dragon Renato nya juga keren gitu lho,matanya 3 pasang,penggunaan single color abu-abu pucat hampir tanpa gradasi warna lain.Jadi waktu si Renato dibikin 3DCG grafisnya ga terlalu kontras dengan unsur 2D lainnya.Ketiga admin disini setuju kalau karakter Pria terbaik jatuh kepada mamank Barlow si setengah Manusia dan setengan Iorph.Karena porsi kemunculannya yg kecil membuat si Barlow terkesan misterius apalagi muka gantengnya dia,fangirl auto treak treak.
Pengisi suaranya sendiri sudah berjuang dan hasilnya sangat menyentuh,apalagi akting mbak Iwami Manaka. Walaupun mbak Iwami belum banyak ikut memainkan peran dalam industri anime,tapi saat memerankan Maquia sentuhan seorang ibu nya itu terasa sekali.Sekali lagi ketiga admin disini sepakat menyatakan bahwa Suara Krim ga sinkron dengan Tampangnya.Dilihat dan didengar sekilas,suara dari mas Yuki Kaji memang kurang pas kalau harus disandingkan dengan wujud si Krim.Tapi dilihat dari sifat si Krim yang 'sok' dewasa dimana ya sedikit mirip dengan Eren Jaeger,membuat suara dari mas Yuki Kaji dengan jiwa si Krim jadi menyatu dan membuat penonton trima-trima saja.
Plot & Cerita — 9/10
Sampai dipuji oleh Makoto Shinkai karena ceritanya yang fresh kan ga sopan kalau cuma dikasih nilai 8.Ceritanya sendiri ditulis dan diarahkan dengan rapi oleh Ibu Mari Okada.Tidak heran juga kalau bisa jadi serapi dan seindah ini ceritanya,soalnya beliau udah pernah menang 16th Animation Kobe Award di tahun 2011, kalau tidak salah.Sepertinya akan panjang apabila membahas soal cerita dan plotnya,tapi sulit juga untuk menuangkannya dalam kata-kata.Untuk bahasan ini sebenarnya sulit,karena menjabarkan semua yang dilihat,dirasakan,didengar,oleh penonton dalam anime ini tidak mudah.Komposisi cerita yang begitu kompleks,sampai-sampai para penulis disini kesusahan untuk mengurainya.
Poin utamanya adalah tentang keluarga,cinta,orang tua,anak,dan tujuan hidup.Ini ibarat Ookami no Kodomo dan Violet Evergarden digabung,soalnya kalau dari segi penggambaran latarnya rasanya Violet banget.Tidak seperti Ookami no Kodomo yang berfokus kepada membesarkan anak,SayoAsa ini memiliki fokus lain,yaitu unsur Mature/Dewasa nya.Mature content yang dimaksud disini mungkin adalah tentang yang bersangkutan tentang anak,kehamilan,perang dan pembunuhan.Penggunaan plot linear yang membuat ceritanya bergerak lurus dan mudah.
Plot nya sendiri memang terkesan njelimet walaupun hanya satu arah,tapi mudah dipahami karena memang dibuat Slow-pace,maksudnya alurnya dibuat lambat.Saya tidak menyangka kalau akan se-emosional ini.Mungkin karena ceritanya menyangkut tentang keluarga yang hubungannya sangat dekat penonton,maka dari itu penonton bisa terbawa oleh alur cerita yang rumit ini.Hanya dengan ceritanya saja Mari Okada sudah menghidupkan atmosfer dari SayoAsa itu sendiri.Plot-twist nya sendiri cukup mengejutkan buat saya pribadi,walaupun sebenarnya elemen kejutan dari si plot-twist itu sendiri tidak terlalu besar.Setelah kejutan dari plot-twist masih terasa,penonton masih diberi depakkan emosional lagi dimenit ke 85 yang bikin nyesek.Sampai akhirnya ceritanya ditutup dengan ending yang Bitter Sweet.Happy End sih,tapi nyesek.Di menit 85 udah di depak,di ending masih dikasih dorongan emosional lagi,gimana ga nyesek.Tapi ya anime dengan ending Bitter Sweet gini menurut saya jarang ditemui.Jadi kalau dibilang 'fresh' pun juga tidak ada yang salah.
Audio — 8/10
*Kembali menggunakan bahasa sosmed sehari-hari dan sedikit curhat*
Nggak bisa berkata-kata banyak sih soal audionya,karena terlalu terbawa sama ceritanya jadi mau konsentrasi juga susah.Ini dua orang pengurus yang ngajak diskusi pagi buta tadi pas ditanya soal audionya,malah planga plongo doang sialan.Composser yang membuat Background Music nya adalah Kenji Kawai,kalian pasti kenal beliau kalo pernah nonton Ghost in the Shell atau serial anime yang pernah tayang di tv Indonesia,Patlabor.Beliau ini memang sepertinya baru ini membuat komposisi musik latar untuk anime bertemakan fantasi.Hasil nya bagus,sangat bagus,saya suka banget.Background music nya benar-benar ekspresif,bisa menggambarkan suasananya dengan jelas,dan juga tidak terkesan setengah-setengah.Musik latarnya kalau dirasakan betul,itu dalam banget,seakan hati kita berlubang saking dalamnya.Lagu endingnya Viator,yang artinya pengembara dibawakan oleh rionos.Jangankan denger lagu ini,tiap liat screenshot animenya aja udah nyesek,asli dah.Entah karena saya nya yang terlalu menyesali hidup atau karena terlalu terjebak masa-masa minggu pagi bersama tv dan anime pagi.Saya sudah melihat dan mebaca lirik terjemahan dari Dreamsland Lyrics,intinya ini semacam ringkasan tentang hubungan Ibu dan Anak.Coba dilhat-lihat lagi,lagunya jadi berasa seperti lagu untuk menidurkan anak.By the way ini tangan gemeter serius,masih kena shock depakkan emosional lol.Lirik dengan majas personifikasi nya yang menyentuh ditambah dengan irama dan ketukan yang pelan membuat kita yang mendengarkan mengantuk sekaligus nyesek,mungkin ada beberapa orang yang menanggapi lagu ini sebagai lagu yang heart-warming.Kalo aja emak masih ada,suruh nyanyiin ini lagu,bahagia lah saya XD.Sebenarnya ada satu ost lagi yang belum saya dengarkan jadi tidak akan muncul di sini,karena ya saya belum dengerin ostnya.
Overall Skor — 8.4
Yahh~ akhirnya selesai nyalin tulisan dari ketas ke blog.Ini dua orang lainnya ga niat banget anjir.Katanya ntar warnet nya biar Kono E yang bayarin,bodo lah,paling pake duit saya lagi yang didalem kardus hape.
Ehheem,mohon maaf apabila tulisannya belum bisa rapih,malem begadang,paginya di kirimin email suruh diskusi,dan akhirnya nulis sampe siang.Begitulah,mohon dimaklumi lah para pembaca.Untuk kritik dan saran ataupun request bisa dilampirkan di komentar ataupun fanspage kami di GO-Bloger ID.
Dukung para pengurusnya dengan meninggalkan komentar di blog ini,terima kasih.





6 Comments for "Review Film Anime Terbaik 2018? - Anime Yang Ga Tau Mau Dikatain Apa"
Mw nanya itu si Maquia hamil gk?
Soalnya si krim bilang. Kalau gadis iorph yang memanjangkan rambutnya adalah pertanda dia sedang hamil. Benarkah?
ngga kok sante aja
saya juga bakalan bener-bener nangis klo Maquia hamil
Sipp ok . Lh. .
min mau tanya kan diakhir movienya tuh ada foto isinya clan maquia semua, nah kan diawal diksh tau kalo clannya dibantai semua trs anak2 kecilnya dari keturunan siapa dong?
teori dari gw sendiri sih gini,kan yang diliatin di awal cuma satu tempat klan aja jadi menurut gw masih ada lagi yang lainnya di belahan dunia yang lain.
teori lainnya,kalo Maquia sama temennya bisa survive kenapa yang lain engga